SUPPORT DIGITALISASI KEMBALI PRODUK WISATA BANTEN DAN LAMPUNG

Tepat tanggal 22 Desember 2018, tsunami Selat Sunda yang menghatam pesisir Banten dan Lampung. Diakibatkan oleh erupsi anak gunung Krakatau sehingga mengakibatkan gelombang yang tinggi. Sudah sekitar 3 minggu berlalu dari bencana, Tanjung Lesung dan Lampung masih berusaha untuk bangkit. Terlebih dari sektor pariwisatanya.

Puluhan homestay, villa, hotel dan objek pengunjung wisata lainnya di dua provinsi tersebut terkena dampak berupa kerusan dan sepi pengunjung. Kawasan Anyer dan Tanjung Lesung di Banten bahkan lumpuh total selama masa tanggap darudat.

Pariwisata di Tanjung Lesung dan Lampung sebagian terhenti. Namun, pemerintah Lampung melakukan salah satu cara untuk membangun kembali citra pariwisata Lampung pasca tsunami yaitu melalui generasi milenial dengan cara promosi destinasi wisata di media sosial.

Selain itu Menteri Pariwisata Republik Indonesia Bapak Arief Yahya sudah mengumumkan akan mengalokasikan dana khusus yang telah disiapkan, masing-masing Rp. 9 Milliar untuk Banten dan 33 Milliar untuk Lampung. Kesempatan baik ini juga untuk melakukan tata ruang yang benar dalam membangun kembali wilayah-wilayah yang terkena dampak tsunami.

Selain pemerintah setempat dan Kementerian Republik Indonesia, ITX juga akan siap untuk membantu membangkitkan kembali pariwisata yang ada di Banten dan Lampung. Cukup banyak produk akomodasi yang berada di dua provinsi tersebut merupakan member ITX, antara lain penginapan, resort dan homestay. Seperti Penginapan Bunar Tunggal di Tanjung Lesung dan Che Che Guesthouse di Kiluan Lampung.

Setelah tahap recovery bangunan dan infrastruktur, ITX siap mendigitalisasikan kembali produk wisata yang berada di Banten dan Lampung agar produk-produk bisa dijual kembali secara online. Selain itu ITX juga akan membantu mempromosikan akomodasi yang sudah siap di marketplace member ITX, sesuai dengan kategori produk dan kebutuhan promosinya.

 

Salam Wonderful Indonesia !

Share this post