DEREGULASI TUMBUHKAN PARIWISATA DIGITAL DENGAN CEPAT

Tanggal 27 November 2018 kemarin bertempat di Sumba Room Hotel Borobudur Jakarta tim ITX diundang untuk menghadiri seminar Indonesia Tourism Outlook 2019 yang bertajuk ‘Deregulation in Cyber Tourism Era’. Manajemen ITX diwakili oleh Syafrul Hidayat selaku GM Sales and Marketing.

Yang menarik dalam acara tersebut kehadiran Bapak Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata Indonesia yang sekaligus menjadi pembicara kunci. Pada sesi sambutan pembukaan Tourism Outlook, bapak Arief Yahya banyak menyampaikan pentingnya perubahan paradigma bisnis dan regulasi yang mendukung digitalisasi. Bagi pimpinan perusahaan, penting sekali untuk bisa melakukan usaha-usaha perubahan regulasi sehingga pertumbuhan perusahaan bisa berjalan secara signifikan. Demikian juga di industri pariwisata, perubahan regulasi di pemerintahan dan instansi akan mempercepat pertumbuhan industri sehingga target-target kinerja pariwisata dapat dicapai.

Seminar Tourism Outlook dihadiri oleh berbagai peserta dari berbagai industri, bisnis, konsultan pariwisata dan undangan khusus baik dari dalam negeri maupun luar negeri antara lain Baidu China, perwakilan Baidu Indonesia, tim TripAdvisor China, MNC Travel, dan lain-lain. Peserta antusias mengikuti seminar dari awal hingga sesi setelah makan siang, karena narasumber dan topik-topik yang dibahas menarik serta up-to-date. Disamping itu peserta juga senang karena pertanyaan yang bagus mendapat door prize dari Panitia. Bapak Arief Yahya juga menyediakan waktu untuk ngobrol dan selfie dengan sebagian peserta.

Lebih lanjut pak Arief Yahya menyatakan bahwa deregulasi di Indonesia dalam rangka untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) dan investor difokuskan pada dua kebijakan yakni ‘ease of entering Indonesia dan ease of doing business (FDI)._

Untuk merebut pasar milenial di mancanegara pihaknya melakukan kerjasama dengan menciptakan Pariwisata internasional seperti Baidu, Tripadvisor, dan Grab. Destination Marketing North Asia TripAdvisor Gary Cheng menanggapi langkah tersebut dengan mengungkapkan bahwa Indonesia masuk peringkat keempat di antara 25 destinasi top dunia bahkan nomor satu top destinasi di Asia versi TripAdvisor.

Pembicara lainnya, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan pihaknya mampu menjaring inbound dari tujuh negara lainnya tempat Grab berada. “Dengan kehadiran di 8 negara menjadi kekuatan Grab untuk kampanye Wonderful Indonesia,” kata Ridzki.

Teknologi memang telah berpengaruh besar pada ekosistem saat ini khususnya dari sisi kenyamanan pariwisata, kebebasan sosial, sekaligus dalam hal mendapatkan layanan yang berkualitas. Mari kita tingkatkan bisnis melalui digital, khusunya bisnis pariwisata agar semakin maju dan Indonesia semakin dikenal luas. Tentunya ITX siap membantu untuk mensukseskan pariwisata digital Indonesia.

 

Share this post